Posts Tagged ‘santai’

h1

Perutku Yang Malang…

October 23, 2008

Hari ini perutku terasa sesak sekali. Tidak nyaman dipakai duduk, padahal pekerjaanku mengharuskan (atau setidaknya, umumnya) untuk duduk didepan seperangkat komputer seharian. Ingin rasanya bolak-balik ke kamar mandi, tapi tidak bisa seenak itu karena aku sedang berada di kantor. Tidak enak rasanya kalau harus jadi juru kunci kamar mandi 😀

Aku tidak kaget mengapa perutku terasa seperti ini. Hari sebelumnya aku menyiksanya dengan memasukkan terlalu banyak bahan bakar kedalamnya. Pertama, pagi di kantor aku sarapan satu porsi gado-gado yang termasuk banyak. Padahal aku tidak terbiasa sarapan dengan porsi sebanyak itu. Bahkan sering tidak sarapan. Waktu itu aku memang tergiur melihat beberapa orang teman yang nampak sangat menikmati sarapan pagi itu sehari sebelumnya.

Kedua, makan siang di kantor dengan jatah normal, tidak terlalu banyak maupun sedikit. Satu hal yang kusuka dari acara makan di kantor adalah, perbaikan gizi, karena selain makan siang itu menu makanku jarang sekali menu yang menyehatkan. Yang penting kenyang, gizi belakangan 😀

Ketiga, malam harinya aku makan porsi makan malam seperti biasa. Namun agak tidak biasa karena nasinya aku minta tambah setengah, jadi satu setengah porsi jadinya.

Keempat, yang diluar perhitungan. Seorang teman dari Malang datang dan mengajak makan malam di warung sego sambel. Waktu itu jam 10 malam, 3 jam setelah makan malam terakhirku. Awalnya kupikir aku tidak akan ikut makan, hanya ingin ketemu dan bincang-bincang sambil minum teh atau kopi. Namun sesampainya disana, lagi-lagi karena tergiur aroma dan pemandangan, akhirnya kupesan juga satu porsi. Waktu itu aku mulai merasakan perutku mulai bergejolak.

Kalau ditotal, hari itu aku makan 4 kali, padahal biasanya 2 kali siang dan malam sudah sangat mencukupi. Ditambah lagi, porsi masing-masing menu yang tidak bisa dibilang sedikit. 😀

Oh ya, belum lagi tadi pagi aku sarapan gado-gado lagi. Ngga kapok? bukan itu sebabnya. Kupikir kemarin kebetulan saja perutku terasa tidak enak. Jadi sekarang coba sarapan lagi. Eh tapi ternyata memang…aku tidak boleh sarapan terlalu banyak…

Pokoknya, sepulang dari kantor ini aku sudah bertekad untuk langsung menuju kamar mandi. Hwahahaha….

h1

Hidup dengan Algoritma

September 25, 2008

Sebagian dari kita mungkin sedikit asing dengan kata ini. Apa itu algoritma? Tanpa kita sadari, sebenarnya kita selalu menerapkan algoritma untuk melakukan suatu kegiatan dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan kegiatan sekecil apapun kita tidak akan pernah lepas dari algoritma. Singkatnya, algoritma adalah suatu urutan atau langkah dalam menyelesaikan suatu permasalahan.

Mudahnya mari kita berandai-andai seperti demikian :
Misal kita ingin meminum segelas air yang ada di dispenser. Maka algoritma yang sering kita terapkan mungkin mendekati seperti ini :

1. Ambil gelas di rak yang berada di dapur
2. Bawa gelas tersebut dan letakkan dibawah keran dispenser.
3. Tekan kenop keran hingga air mengisi gelas
4. Tunggu hingga gelas penuh terisi air atau sesuai jumlah air yang diinginkan, hentikan kenop keran
5. Angkat gelas dari bawah keran
6. Selesai

Lihat, kegiatan yang sepele namun kita gunakan algoritma untuk memecahkannya. Setiap orang memiliki pola pikir yang berbeda, demikian juga dengan algoritma, tiap orang tidak akan mungkin sama. Yang ada hanya mirip antara satu sama lain. Algoritma diatas bisa juga dikembangkan, bagaimana jika air tidak keluar dari keran dispenser? Maka bisa saja berkembang seperti berikut :

1. Ambil gelas di rak yang berada di dapur
2. Bawa gelas tersebut dan letakkan dibawah keran dispenser.
3. Tekan kenop keran hingga air mengisi gelas
4. Jika :
– air tidak keluar dari keran, jalankan langkah nomor 5.
– air keluar, jalankan langkah nomor 7.
5. Cek apakah galon masih berisi air :
– jika tidak, jalankan langkah nomor 6
– jika ya, periksa keran dispenser, ulangi langkah nomor 3
6. Ganti galon kosong dengan galon yang masih berisi air, kemudian ulangi langkah nomor 3
7. Tunggu hingga gelas penuh terisi air atau sesuai jumlah air yang diinginkan, hentikan kenop keran
8. Angkat gelas dari bawah keran
9. Selesai

Dari algoritma diatas, apakah masih bisa dikembangkan lagi? Tentu saja. Lihat poin nomor 6, mengganti galon air tentu saja ada algoritmanya tersendiri. Nah kemudian bagaimana kira2 algoritma jika kita ingin air minum hangat? 🙂

Oh ya, tidak ada algoritma yang benar maupun salah. Asal tujuan tercapai, maka algoritma tersebut dinilai tepat dan dapat digunakan. Tentu saja, algoritma yang paling baik adalah yang paling efisien dan tidak merugikan atau menimbulkan masalah lain. Algoritma juga tidak boleh buntu, alias tidak ada pemecahannya, atau bahkan algoritma yang berputar-putar tanpa henti (infinite loop) coba amati algoritma berikut :

1. Ambil gagang telepon
2. Tekan nomor telepon yang akan dituju
3. Tunggu hingga terdengar nada sambung
4. Jika :
– panggilan dijawab, jalankan langkah nomor 5
– panggilan tidak dijawab, ulangi langkah nomor 2
5. Mulai berbicara
6. Selesai berbicara, letakkan gagang telepon di tempat semula
7. Selesai.

Algoritma apakah diatas? Ya benar, algoritma untuk melakukan komunikasi melalui telepon. Namun coba lihat poin nomor 4, pilihan yang kedua :
– Jika panggilan tidak dijawab, ulangi langkah nomor 2
Sekilas nampak masuk akal. Namun apa yang terjadi jika panggilan tidak juga dijawab? Kita akan terus menerus mengulang langkah nomor 2 -> 3 -> 4 -> 2 -> 3 -> 4 -> … tanpa henti. Itulah yang disebut infinite loop. Sebagai manusia yang berakal tidak mungkin kita akan melakukannya. Kecuali emang lagi pengen iseng ngga ada kerjaan lain 😀

Lalu bagaimana sebaiknya?

1. Ambil gagang telepon
2. Tekan nomor telepon yang akan dituju
3. Tunggu hingga terdengar nada sambung
4. Jika :
– panggilan dijawab, jalankan langkah nomor 6
– panggilan tidak dijawab, jalankan langkah nomor 5
5. Jika :
– masih ingin mencoba melakukan panggilan ulang, jalankan langkah nomor 2
– tidak ingin mencoba melakukan panggilan ulang, jalankan langkah nomor 7
6. Lakukan percakapan hingga selesai
7. Letakkan gagang telepon di tempat semula
8. Selesai.

Nah, tidak hanya programmer dan matematikawan yang selalu bergelut dengan algoritma. Otak kita yang canggih selalu memikirkan algoritma-algoritma kompleks tanpa kita sadari. Algoritma tiap orang dipengaruhi juga oleh pengalaman, wawasan dan bahkan gaya hidup. Belajar pemrograman bisa membuat kita berpikir secara sistematis dan efisien, karena dalam dunia pemrograman komputer, setiap perintah atau baris-baris kode harus didasarkan pada algoritma-algoritma. Kita dihadapkan pada sesuatu yang maya, yang tak nampak, oleh karena itu otak kita dibiasakan menyusun algoritma baru dengan pertimbangan-pertimbangan yang kritis. Mengapa kritis? karena selain maya, komputer tak mengenal kompromi. Salah dalam menetapkan langkah, maka kita tidak akan mendapatkan hasil yang diinginkan. Banyak programmer yang pintar menghapal dan mengingat kode-kode program, namun seringkali salah dalam menerapkan algoritma.

Apakah pemrograman menakutkan? Justru disitu tantangannya. Mengasyikkan bermain-main dengan algoritma dan logika, apalagi kita berkuasa penuh atas komputer yang kita “kendalikan”. Sekali kita berhasil menyelesaikan suatu masalah, maka tak ada lain selain kepuasan yang akan kita dapatkan.

Wah jadi ngelantur nih…hehehe…yah..tulisan ini bukan buat ngajak semua orang buat jadi programmer kok 😀 Hanya agar kita tahu bahwa hidup ini tak pernah lepas dari algoritma. Saking pentingnya bahkan jadi mata kuliah tersendiri di banyak jurusan teknik, ex : Teknik Informatika, Teknik Elektro, dan lain-lain. Mungkin perlu juga dimasukkan dalam kurikulum sekolah 🙂

h1

PENS – ITS : Nostalgia yang berakhir tragis

September 8, 2008

Tujuan awalnya minta transkrip sementara sekalian bernostalgia mengenang masa2 kuliah dan bimbingan TA. Sekalian mumpung lagi di surabaya.

Masuk gedung L lewat samping, ada seseorang yang keliatannya dosen, melambaikan tangan isyarat memanggil. Karena ga mau ge-er, sy noleh kebelakang, mungkin manggil orang lain. Ternyata sy yang dipanggil. Begitu dekat, sy ditanya :

“Mas, anda beneran mahasiswa poltek?” Dengan suara keras dan tatapan mata tajam.

Sambil mengerutkan dahi, “Bener pak…”

Masih dengan ekspresi sok jahat, “Coba lihat KTM anda?!!”

Dengan masih bertanya2 dalam hati, sy keluarkan KTM dan berikan ke bapak tersebut. Ketiga teman sy jg ditanya tentang KTM. Setelah lihat KTM sy kemudian si bapak nyeletuk,

“Mahasiswa poltek kok GONDRONG gitu mas, anda potong rambut dulu!!”

WHAT??!! Masih agak kurang percaya dengan kata-kata si bapak, lelucon baru nih? Ternyata si bapak serius. Dan KTM sy dibawa sambil jalan (sok) cepat meninggalkan sy dan teman-teman. Saya kira si bapak minta diikutin trus rambut sy mau dipotong ngawur di ruangannya. Belum lama sy nguntit dibelakangnya, tiba2 tu bapak ngumpat lagi,

“LHO ANDA NGAPAIN? SANA POTONG RAMBUT DULU” Masih dengan intonasi tinggi plus muka sewot biar keliatan garang.

Hah? Bukannya si bapak pengen diikutin? Tanya sy dalam hati. “Err…iya pak abis ini sy mau potong rambut…trus KTM saya pak…?”

“KAMU POTONG RAMBUT DULU!!! KOK MALAH NGIKUTIN SAYA!! KAMU GOBLOK YA???!!”

GOBLOK……….

GOBLOK…….GOBLOK…..

Toenggg….toeeeenggggg…….kata2 terakhir terdengar menggema persis kaya di studio musik yang ga pake peredam. Baru sy ngeh, ternyata maunya bapak ini sy potong rambut dulu baru KTM dikembalikan. Tapi….ya ampun…seorang dosen, berucap sebuah kata “sakral” seperti itu. Di bulan puasa lagi….ya Allah…. Setelah kata-kata itu, sy pun berhenti dan nyengir ke arah si bapak yang (lagi-lagi sok) cuek dengan langkah yang (lagi-lagi sok) cepat meninggalkan saya. Astaga…

Dalam hati saya tersenyum kecut, mentertawakan tingkah seorang bapak-bapak yang lupa tempat dan waktu mengira sedang berhadapan dengan anak kecil yang takut bentakan.

Saya tidak tau siapa nama bapak tersebut tapi berdasarkan referensi dari teman saya, suspect (baca : dosen tersebut) diduga bernama Iri*nto yaitu dosen Matematika yg biasa ngajar jurusan mekatronik dan otomasi. Baru sekedar dugaan karena menurut rumor dosen tersebut memang gemar berkata kasar dan membentak2. Saya sendiri belum pernah diajar namun mungkin ada benarnya juga dugaan tersebut.

Anyway, sy sedikit mereview, sy hidup di dunia perkuliahan belum pernah ada teguran mengenai rambut gondrong yang sampai separah itu (bentak2 plus sita KTM bonus umpatan sakral). Well…bolehlah kalo kita hidup di dunia sekolah, SD, SMP, SMA…namun…plis deh …KULIAH..??!! Teman-teman saya yang juga sama-sama kuliah, ada yg lebih parah gondrongnya, di kampus2 lain pun sy biasa menemui mahasiswa gondrong. Singkatnya, biasa lah mahasiswa pria berambut panjang.

Saya akui memang kurang rapi dengan penampilan gondrong. Tapi apakah perlu sampai membentak dan mengumpat…? Dan yang lebih parah, seorang DOSEN yang melakukan hal itu. Lagipula sy sudah lulus…? Kalo mau silahkan ambil aja KTM saya, mungkin mau di-pigura, diberi testimonial : Mahasiswa eksentrik dengan rambut panjang yang berhasil saya UMPAT urutan yang ke-seratus sekian-sekian. (saking banyaknya mahasiswa yang pernah dapet “hadiah” door prize dari beliau)

So…where is the respect?

h1

Kegiatanku hari ini

September 2, 2008

Puasa di hari kedua

Bangun sahur, subuhan, tidur lagi sejenak, eh ngga taunya bangun dah jam 8.30

Ilfil gara2 bangun kesiangan, bengong mau ngapain. pure 100% nganggur. Akhirnya memutuskan tuk berangkat ke rental cd buat minta ganti dvd GTA:SA Extreme yg ga bisa dibaca. sebelum kesana mampir pasar dulu buat beli makanan kucing yaitu ikan pindang sisik 1250 per kotak, beli 2 jadinya 2000. Lho kok bisa? soalnya ibu yg jualan dah hapal ma sy jadi dapet diskon 😀

Setelah dari rental cd, bingung lagi mau kemana, naik motor tak terarah, tau2 dah nyampe alun2…sampai sana bingung lagi, mau mampir gramed tapi ga bawa duit. pengen baca2 aja sbenernya tp klo di gramed ga bisa duduk, tiba2 teringat perpustakaan kota. oke, dari gramed motor digeber sampe perpus kota.

Di perpus sempet rese dengan pak penjaga penitipan barang. Masa mau pinjem loker buat nitipin jaket aja ga boleh, udah gitu dikasih nomor loker yang ngga ada disitu (entah dimana tp kynya lokernya cm sampe nomor 140, sedangkan sy dikasih nomor 155) berikut percakapan yg terjadi ketika dalam kebingungan mencari loker :

“Mau nitipin apa mas?”

“Jaket pak, nih lokernya kok ga ada pak?”

“Jaket ga usah dititipin mas”

“Gapapa pak, sy titipin aja, panas soalnya”

“Oh diatas AC nya dingin mas, jangan kuatir”

Weleh..akhirnya sy kembalikan tuh kunci loker sambil tersenyum kecut pada bapak2 itu. Dasar pelit. Baca2 buku Dr.Jekyll and Mr.Hyde sampai kira2 30 menit, mata terasa berat. Waduh ini pasti gara2 semalem begadang. Eh tak dinyana datang rombongan mbak2 yang aduhai duduk semeja dengan sy. Tiba2 mata terasa segar dan lanjut baca sampe 1 jam kedepan.

Puas baca2, pulang kerumah dengan hati yang agak riang. ternyata emang baca2 bisa bikin mood jadi seger lagi.

Sesampai dirumah, buka bagasi motor buat ngambil ikan pindang + dvd, clinggg…..bau amis ikan udah merajalela. dan ternyata, nyokap udah beli ikan pindang juga. wah2..jadinya kebanyakan deh. gpp deh, selain dikasih kucing, digoreng juga lumayan kali yah….

Masuk kamar…genjreng2 gitar bentar trus bosen, nyalain inet en nulis post ini.

Dan ternyata saya baru ingat, seharian td kemana2 sy blom mandi.

wakakakakakak….

h1

Ketika lampu lalu lintas menyala hijau

August 28, 2008

Apa yang pertama kali anda lakukan jika anda berada di balik kemudi mobil anda?
Injak kopling, masukkan gigi 1, lepas rem tangan dan gas pelan2…
Mungkin itu jawaban anda, dan ya, memang benar secara teori seperti itulah seharusnya.

Namun yang terjadi di negeri ini kadang sedikit berbeda dengan teori yang baru saja saya (dan anda) kemukakan diatas. Ketika lampu lalu lintas beranjak dari merah ke hijau (atau kadang kuning dulu) maka yang pertama kali dilakukan oleh kebanyakan pengendara adalah, menempatkan telapak kanan ke atas setir dan menkan tombol klakson.

Alhasil, sembari menunggu mobil deretan depan melaju, bukannya bersiap-siap untuk maju juga, tapi malah terjadi perang klakson di sana-sini, beraneka ragam suara bersahut-sahutan. Belum lagi kalau ada yang lambat sedikit melaju, atau bahkan mogok, wah bisa-bisa klakson alamiah (baca: umpatan) pun ikut berbicara 😀 Masih mending kalau mengklakson karena memang lampu sudah hijau tapi kendaraan didepan tidak juga melaju. Saya pernah mengalami (dan sering sekali) lampu baru saja hijau, belum apa-apa sudah terdengar bunyi klakson. Nyaring.

Mengapa bisa begitu? manusia dianugerahi sifat sabar, toleransi dan berpikir logis. Namun terkadang suasana bisa mempengaruhi sifat mulia tersebut sehingga berbalik menjadi sifat negatif yang menjatuhkan. Ketika berada dalam situasi jalan raya yang serba ruwet dan cenderung meningkatkan kadar stress seseorang, ketidaksabaran menunggu kendaraan didepan melaju memicu berkurangnya kemampuan berpikir logis bahwa terkadang butuh waktu beberapa detik untuk menjalankan kendaraan dari kondisi berhenti. Dari situ berlanjut pada hilangnya toleransi terhadap pengendara yang lambat tersebut, kemudian timbul keinginan untuk mengeluarkan teguran dan egoisme, yaitu membunyikan klakson.

Padahal, membunyikannya sekencang apapun tidak akan mengubah keadaan. Yang ada malah menambah bingung pengendara yang berada didepan dan bisa-bisa malah semakin memperlambat pergerakan. Coba bayangkan jika anda yang berada didepan, pasti anda kesal dengan si pembunyi klakson..kecuali anda sudah cukup akrab dengan suara melengking tersebut dan menganggapnya musik pengantar tidur…

Mari kita sama-sama berinterospeksi…

h1

Tulisanku yang Melanglang Buana

August 27, 2008

Iseng-iseng searching di google, secara tidak sengaja saya menemukan sebuah tulisan dari sebuah blog yang sama-sama dari wordpress juga, dengan judul dan “caption” alias potongan kata2 yang mirip dengan posting yang pernah saya buat.

Karena penasaran, saya klik hasil pencarian google tersebut untuk melihat isi dari tulisan.
Ternyata benar, 100% persis dengan tulisan saya. Tidak ada yang berubah satu huruf maupun satu tanda baca pun.

Well…dalam hati saya hanya berpikir : wah tulisan yang saya buat ternyata bisa bermanfaat juga buat orang lain, sampai2 mereka mengambilnya begitu saja tanpa menyertakan siapa penulis sebenarnya, atau dalam dunia maya dan hak cipta disebut juga credits.

Saya tidak marah, tidak juga melarang tulisan saya dimuat dan disertakan di media lain, malah saya senang karena ilmu yang dibagikan tidak akan berkurang justru semakin berlipat-lipat. Hanya saja coba sertakan siapa penulis aslinya. Hal yang sama banyak juga berlaku di forum-forum dan media komunitas lain, dimana sudah menjadi aturan tak tertulis yang wajib ditepati (jika tidak ingin disebut script-kiddies, leecher, pirater, copycat, dll) jika menyertakan hasil karya orang lain, maka sertakan nama pembuatnya sebagai credit. Ngga susah koq dan ngga akan memperjelek tampilan situs anda. Justru anda akan semakin disenangi oleh pembaca maupun penulis yang anda sadur hasil karyanya.

h1

Telat Lagi…Denda Lagi…

August 23, 2008

Rencana kegiatan hari ini sebenernya udah tertata rapi. Pagi ke kampus buat sekedar nengok acara lomba CS dan seminar Java trus ngenet mumpung lagi gila2an bandwithnya. Siangnya mau baca komik yg dipinjem semalem. Total pinjem (baca : ngerental, red) 5 buku, yang 3 waktu pinjam regular (4 hari, seminggu klo penjaganya lagi good mood), yang 2 karena buku baru maka waktu pinjamnya 1 hari.

Ternyata belum nyampe siang, anak2 ngajakin ke rumah Adi Bungsu. Awalnya saya kira sebentar aja, ngga taunya malah diajakin rujakan. Yah apa boleh buat..sekalian kumpul2 bareng temen2 yg bentar lagi udah ga ketemu lagi (absen : Bernad, BomBom, Lekdi, Evy, Khansa, Gamblik, Rico dan tuan rumah Adi). Sore ajalah bacanya, malem bisa dikembaliin.

Komik yang barusan pinjam : 2 komik baru yang disebelah kanan, Over Rev 2 dan Jepang Tenggelam 3

Sukseskah saya mengejar target? »