Posts Tagged ‘kota malang’

h1

Kegiatanku hari ini

September 2, 2008

Puasa di hari kedua

Bangun sahur, subuhan, tidur lagi sejenak, eh ngga taunya bangun dah jam 8.30

Ilfil gara2 bangun kesiangan, bengong mau ngapain. pure 100% nganggur. Akhirnya memutuskan tuk berangkat ke rental cd buat minta ganti dvd GTA:SA Extreme yg ga bisa dibaca. sebelum kesana mampir pasar dulu buat beli makanan kucing yaitu ikan pindang sisik 1250 per kotak, beli 2 jadinya 2000. Lho kok bisa? soalnya ibu yg jualan dah hapal ma sy jadi dapet diskon 😀

Setelah dari rental cd, bingung lagi mau kemana, naik motor tak terarah, tau2 dah nyampe alun2…sampai sana bingung lagi, mau mampir gramed tapi ga bawa duit. pengen baca2 aja sbenernya tp klo di gramed ga bisa duduk, tiba2 teringat perpustakaan kota. oke, dari gramed motor digeber sampe perpus kota.

Di perpus sempet rese dengan pak penjaga penitipan barang. Masa mau pinjem loker buat nitipin jaket aja ga boleh, udah gitu dikasih nomor loker yang ngga ada disitu (entah dimana tp kynya lokernya cm sampe nomor 140, sedangkan sy dikasih nomor 155) berikut percakapan yg terjadi ketika dalam kebingungan mencari loker :

“Mau nitipin apa mas?”

“Jaket pak, nih lokernya kok ga ada pak?”

“Jaket ga usah dititipin mas”

“Gapapa pak, sy titipin aja, panas soalnya”

“Oh diatas AC nya dingin mas, jangan kuatir”

Weleh..akhirnya sy kembalikan tuh kunci loker sambil tersenyum kecut pada bapak2 itu. Dasar pelit. Baca2 buku Dr.Jekyll and Mr.Hyde sampai kira2 30 menit, mata terasa berat. Waduh ini pasti gara2 semalem begadang. Eh tak dinyana datang rombongan mbak2 yang aduhai duduk semeja dengan sy. Tiba2 mata terasa segar dan lanjut baca sampe 1 jam kedepan.

Puas baca2, pulang kerumah dengan hati yang agak riang. ternyata emang baca2 bisa bikin mood jadi seger lagi.

Sesampai dirumah, buka bagasi motor buat ngambil ikan pindang + dvd, clinggg…..bau amis ikan udah merajalela. dan ternyata, nyokap udah beli ikan pindang juga. wah2..jadinya kebanyakan deh. gpp deh, selain dikasih kucing, digoreng juga lumayan kali yah….

Masuk kamar…genjreng2 gitar bentar trus bosen, nyalain inet en nulis post ini.

Dan ternyata saya baru ingat, seharian td kemana2 sy blom mandi.

wakakakakakak….

h1

Ketika lampu lalu lintas menyala hijau

August 28, 2008

Apa yang pertama kali anda lakukan jika anda berada di balik kemudi mobil anda?
Injak kopling, masukkan gigi 1, lepas rem tangan dan gas pelan2…
Mungkin itu jawaban anda, dan ya, memang benar secara teori seperti itulah seharusnya.

Namun yang terjadi di negeri ini kadang sedikit berbeda dengan teori yang baru saja saya (dan anda) kemukakan diatas. Ketika lampu lalu lintas beranjak dari merah ke hijau (atau kadang kuning dulu) maka yang pertama kali dilakukan oleh kebanyakan pengendara adalah, menempatkan telapak kanan ke atas setir dan menkan tombol klakson.

Alhasil, sembari menunggu mobil deretan depan melaju, bukannya bersiap-siap untuk maju juga, tapi malah terjadi perang klakson di sana-sini, beraneka ragam suara bersahut-sahutan. Belum lagi kalau ada yang lambat sedikit melaju, atau bahkan mogok, wah bisa-bisa klakson alamiah (baca: umpatan) pun ikut berbicara 😀 Masih mending kalau mengklakson karena memang lampu sudah hijau tapi kendaraan didepan tidak juga melaju. Saya pernah mengalami (dan sering sekali) lampu baru saja hijau, belum apa-apa sudah terdengar bunyi klakson. Nyaring.

Mengapa bisa begitu? manusia dianugerahi sifat sabar, toleransi dan berpikir logis. Namun terkadang suasana bisa mempengaruhi sifat mulia tersebut sehingga berbalik menjadi sifat negatif yang menjatuhkan. Ketika berada dalam situasi jalan raya yang serba ruwet dan cenderung meningkatkan kadar stress seseorang, ketidaksabaran menunggu kendaraan didepan melaju memicu berkurangnya kemampuan berpikir logis bahwa terkadang butuh waktu beberapa detik untuk menjalankan kendaraan dari kondisi berhenti. Dari situ berlanjut pada hilangnya toleransi terhadap pengendara yang lambat tersebut, kemudian timbul keinginan untuk mengeluarkan teguran dan egoisme, yaitu membunyikan klakson.

Padahal, membunyikannya sekencang apapun tidak akan mengubah keadaan. Yang ada malah menambah bingung pengendara yang berada didepan dan bisa-bisa malah semakin memperlambat pergerakan. Coba bayangkan jika anda yang berada didepan, pasti anda kesal dengan si pembunyi klakson..kecuali anda sudah cukup akrab dengan suara melengking tersebut dan menganggapnya musik pengantar tidur…

Mari kita sama-sama berinterospeksi…

h1

Malang Kota Debu

August 10, 2008

Entah sejak kapan kota ini menyandang kehormatan sebagai kota debu. Mungkin orang lain mengernyitkan dahi dengan sebutan ini. Yah…memang ini sebutan dari saya sendiri untuk kota yang hampir tiap hari dilanda hujan abu dari gunung terdekat, Semeru.

Sebagai akibat dari hujan ini, jika sehari saja seisi rumah tidak dibersihkan (minimal disapu) maka dijamin besoknya debu setebal beberapa sentimeter telah mengendap (jangan kaget, ini cuma suatu bentuk hiperbola). Hal ini yang pertama kali saya dapati ketika pulang dari Bandung. Terlebih lagi di lantai 2 yang jarang dijamah oleh penduduk rumah. Well….kost2an saya yang di Bandung aja sekotor2nya ngga nyampe berdebu seperti ini.

Akibat lain dari hujan yang berupa butiran2 debu kecil dan halus ini, mata saya berkali-kali kelilipan saat mengendarai motor. Ironis juga. Padahal saya udah pake kacamata. Bahkan visor helm pun saya kenakan tapi masih aja kelilipan. Apa mata saya ini magnet bagi debu-debu? tapi untunglah…andaikan mata ini magnet bagai cewek2, jadinya saya kelilipan cewek terus (ga kebayang gimana rasanya mata kemasukan manusia)…hihihihi….

Selanjutnya tentang debu