Archive for the ‘Journey’ Category

h1

Pindahan

February 16, 2009

Yak, mulai hari ini, tepatnya tanggal 16 Februari 2009, blog ini dipindah-rumahkan ke alamat baru, yaitu :

http://xrismantos.wordpress.com

Blog yang ini untuk sementara akan dibiarkan aktif, namun tidak akan ada update lagi, karena kegiatan tulis-menulis sudah dipindahkan semuanya ke alamat baru diatas.

Yap, demikian sekilas info, mohon maaf jikalau ada yang nyasar ke blog ini dan sudah sekian lama tidak ada updatean, karena memang acara pindahannya udah lama, sekitar sebulan yang lalu namun baru sempet bikin pengumuman disini sekarang.

Terimakasih… ^^

 

h1

What’s So New About New Year?

January 3, 2009

Orang-orang selalu heboh tiap even pergantian tahun. Semuanya ramai membahas bermacam topik yang tak jauh dari tema tentang : “harapan dan perubahan” . Yang punya usaha berharap semoga usahanya lebih sukses, yang sekolah berharap prestasinya meningkat, para ekonom berharap situasi ekonomi membaik, yang duduk di pemerintahan berdoa semoga tahun depan masih menjabat di kursi kesayangan, yang orang biasa berharap semoga malam tanggal 1 nanti ga macet sehingga masih bisa pulang kampung dalam rangka libur n cuti bersama *kalo yang ini sih harapan saya sendiri 😀 *

Kenapa selalu harapan2 itu dilontarkan saat menjelang tahun yang baru? Bagi mereka, tekad baru seperti terlahir kembali, semangat dan pikiran positif seakan tiba-tiba membara, namun mengapa semuanya baru muncul pada saat itu?

Tahun baru tak lebih dari sekedar pergantian tanggal dari 31 Desember ke 1 Januari `kan? Sesuatu yang kita alami sepanjang tahun. Kalau begitu berarti “harapan dan perubahan” yang bermunculan itu seharusnya kita alami juga sepanjang tahun. Biasanya, kehebohan ini hanya berlaku paling lama 1-2 minggu dari sejak pergantian tahun, selanjutnya orang sudah pada lupa dengan gembar-gembor “harapan dan perubahan” yang mereka agung-agungkan. Yang korupsi tetep korupsi, yang suka bolos juga tetep, yang males2an berangkat kerja juga masih males — yang terakhir ini menyindir diri sendiri —

So, what’s so new about new year and its eve? hmmm…setidaknya kalender yang menggantung di dinding jadi baru lagi, gambarnya baru, kertasnya juga masih halus — atau masih susah dilurusin gara-gara digulung hehehe… —

h1

Terlalu Lama Menunggu

December 18, 2008

Dulu udah pernah aku tulis tentang unek2 ini tapi karena sekarang kejadian lagi (dan pengen curhat lagi 😀 ) jadinya diputuskan untuk menulisnya lagi..

Proyek yang kukerjakan sekarang bener2 nuntut kesabaran ekstra tinggi, bukan kemampuan coding atau programming super hebat. Ini benar-benar seperti uji kesabaran.

Gimana engga, komputer dengan prosesor 2 giga hertz dan memori 2 giga byte dibikin kelimpungan memproses sebuah “text editor berat” (saya sebut begitu karena IDE Visual Studio 2005 mirip sebuah text editor dengan tambahan sana-sini yang membantu programmer dalam membangun aplikasi, namun juga memberatkan kerja komputer karena tambahan2 itu sangat menyita kapasitas memori). Proyek ini memang ngga bisa dianggap kecil. Source code nya sendiri terdiri dari ratusan file, tiap file nya mengandung ratusan bahkan ribuan baris code. Sebuah server yang merupakan bank source code diakses oleh lebih dari 10 programmer dan tidak pernah mati 24 jam selama 7 hari dalam 4 minggu sepanjang tahun.

Belum lagi saat mengerjakan data spasial yang melibatkan ArcGIS  dan komponen-komponennya. Waktu untuk kompilasi lebih banyak daripada waktu untuk menulis kode. Saat proses kompilasi, komputer mengerahkan tenaganya sampai titik elektron penghabisan dan kalau bisa tidak boleh diganggu, atau prosesnya memakan waktu lebih banyak lagi. Yah…selama proses itu berlangsung, apa daya…harus menanti..dan menanti….

Begitu proses selesai dan telah dihasilkan sebuah executable, ternyata masih ada kesalahan program. Harus diperbaiki, dan setelah itu kompilasi lagi. Nunggu lagi…..begitu seterusnya sampai-sampai aku merasa jenuh….capek….

h1

Lembur Akbar

December 12, 2008

Malam ini di kantor IAO NWA terasa “hidup”, banyak tanda-tanda kehidupan, suara2, lampu, nyala monitor komputer, dan tak ketinggalan gema gemeratak tuts keyboard dan tombol mouse. Ada apa gerangan? Ya, malam ini team eMap di kantor ini begadang, demi mengejar target package software yang harus selesai besok pagi untuk dibawa ke PLN Bali dan diimplementasikan disana.

Aku yang termasuk team programmer sendiri mengerjakan bug tracking, bahasa kerennya tambal sulam, gali lubang, tutup lubang. Melacak kesalahan2 program dan memperbaikinya. Programmer lain pun juga begitu, ada yang membenahi ini, menambah itu, tak ketinggalan project manager dan pimpinan proyek, hampir semua tim eMap melek disini.

Jam menunjukkan pukul 10.38 malam, ceklist pekerjaan masih sepanjang kenjeran-balekambang. Kayanya ngga akan selesai sampai besok pagi. Untung perut sempat dimanja dengan kedatangan nasi pecel lele dan tempe penyet dari bapak manajer yang baik hati.

Ada kejadian yang cukup bikin gemes. Ruanganku dihuni oleh 3 orang, semuanya programmer (sisanya di ruangan sebelah yang lebih rame, kira2 6 orang disitu) suntuk pengen denger musik tapi sayangnya ga ada speaker. Teringat sesuatu, kalo ga salah di lantai atas ada speaker nganggur. Aku ditemani seorang teman naik keatas untuk mengambilnya. Naik lewat tangga belakang, sampai atas ternyata pintunya terkunci. Sial…akhirnya turun lagi, muter dan lewat tangga depan. Benar saja, disana tergeletek 2 pasang speaker, buru2 kami membawanya turun. Sampai dibawa, lho, mana kabel powernya? ternyata masih tertinggal diatas. Tidak ada yang mau berinisiatif, akhirnya aku dengan sukarela naik keatas dan mengambilnya. Lumayan, cukup bikin ngos2an di tengah malam.

Sampai dibawah, dengan mengucap bismillah ditancapkanlah kabel power ke bagian belakang speaker. Saat akan menancapkan stop kontak, astaga…ternyata stop kontaknya standar negeri sebelah, yang terdiri dari 3 mata, padahal standard disini 2 mata. Dicari-cari siapa tau ada adapter untuk colokan itu tapi ternyata ga ada…..batal deh denger musik.

Yah apa boleh buat, lirik lagi ke checklist, rasanya kepala udah pusing duluan….ah udah tau kerjaan masih banyak sempet2nya nulis blog ahahaha…yasudah, back to work lagi deh. GO!! GO!!!! GO!!!!!!

h1

Waktu yang mahal harganya

December 6, 2008

Tiba-tiba terpikir, betapa waktu saat ini terasa sangat mahal harganya. Mungkin sudah lama aku mengalami yang seperti ini, tapi baru sekarang terasa benar efeknya.

Dulu waktu kuliah, rasanya selalu ada waktu untuk ini-itu yang tidak berhubungan sama sekali dengan kegiatan kuliah.  Waktu untuk main2, senang2, dan lainnya. Sekarang hidup rasanya berubah drastis, sebagian besar waktu hidup habis untuk urusan pekerjaan. Hampir tidak ada waktu untuk diri sendiri. Untuk merawat diri juga susah banget rasanya. Yah dari dulu aku termasuk orang yg cuek terhadap penampilan sih…tp sekarang kynya semakin amburadul aja diri ini… Boro2 buat mikir ehm, “cinta” duhhh kynya mending mikir gimana cara dapet akses internet murah dan cepat di kost2an 😀

Dulu tiap minggu bisa sempet habis beberapa episode anime, dorama dan beberapa jilid komik. Bahkan masih sisa banyak waktu buat main game Sekarang,  nonton anime ga pernah lagi, nonton dorama kadang seminggu 2 episode aja. Baca komik? hmmhh…nihil. Apalagi blom tau tempat rental komik yang ada deket kost…mau beli? Ah sayang duitnya… Kalaupun udah beli, ga yakin sempet baca deh…

Entahlah…sekarang ini rasanya kalau waktu bisa dibeli, akan kuborong stok yang ada berapapun harganya. Terdengar hiperbolis ya..hehehe…

h1

Besok mau kemana?

November 28, 2008

Iseng2 diem di kantor, merenung tentang apa yang akan dilakukan di masa depan? Susah juga cari jawabannya…

Kalo melirik ke sejarah keluarga, semua adalah orang-orang akademis. Mulai dari :

Keluarga Ayah :

Kakek : guru SMA

Nenek : guru SD

Ayah : dosen

Keluarga Ibu :

Ibu : guru SMA

Bude : dosen

Pakde : kepala sekolah

Oom 1 : guru SMA

Oom 2 : guru SMA

Tante 2 : guru SMA

Tante 3 : guru SMA

Hampir semua keluarga. Kecuali 2 adik dari ayah, istri dari Oom 1 dan suami dari Tante 2 yang bukan. Apakah nanti aku juga bakal ngikutin jejak mereka?

Sering jg terbersit keinginan buat jadi dosen. Gara-garanya terinspirasi dari ayah yang klo liat kerjanya kynya nyantai banget. Banyak waktu luang, banyak waktu libur, otak jg ga diperes habis2an seperti halnya programmer. Bisa nyambi kerjaan lain yang bisa mendatangkan uang lebih. Ga jarang orang yang jadi dosen cm selingan, penghasilan utama justru dari kerjaan lain. Blom lagi klo masih muda, bisa tp2 ke mahasiswi2 hihihihi… *mulai deh niat jeleknya keluar*

Tapi mungkin ga semua dosen kerjanya enak ky gitu ya…blom lagi sekarang klo mau jadi dosen minimal harus S2 yang berarti sekolah lagi, mikir lagi, belajar lagi…fuhh…

Jadi…besok mau kemana? yaah….ngantor lagi, pulang kantor cari makan, abis makan leyeh2 di kost, malem tidur, bangun pagi, ngantor lagi… 😀

h1

Gara-gara kepikunan yang tiada tara

November 16, 2008

Gara-gara itu kartu ATM yang belum 1 bulan dipegang raib tanpa jejak T T

Kejadiannya waktu itu bapak kost sedang berkunjung dan biasanya sekalian nagih uang kost bulan ini. Karena saya lupa belum ngambil uang, buru2 saya pamit ke si bapak dan ngebut ke ATM soalnya keburu si bapak kembali pulang. Kasihan kan udah jauh2 kesini pulang dengan tangan hampa 😀

Sesampai di depan mesin ATM buru2 saya tancapkan kartu dan memencet2 tombol PIN lalu jumlah uang. Saat itu pengeluaran sy termasuk agak banyak, pikiran saya jadi terlalu fokus ke sisa rekening yang semakin tipis saja *padahal dipikir kaya gimanapun ya ngga akan berubah XD * Mungkin gara-gara itu setelah uang keluar saya ngeblank dan lupa mencabut kartu dari mesinnya. Sampai disini saya belum sadar kalau kartu ATM masih  tertnggal.

Sampai kemudian ketika saya pulang ke Malang, 3 hari setelah kejadian itu (Kamis, sy ke Malang Sabtu malamnya dan saat menulis ini adalah Minggu malam) saya berniat membeli pulsa, alangkah kagetnya ketika mendapati kartu keramat itu tidak ada di dompet. Keringat dingin bercampur keringat biasa (karena saat itu temperatur lumayan panas) mengucur dari sekujur tubuh. Sebuah kilat flashback tiba2 lewat dan merekonstruksi kejadian demi kejadian hingga peristiwa hilangnya kartu itu. Saat itu ada 2 orang teman saya, mereka menakuti saya kalau2 uang saya udah dikuras habis oleh si penemu kartu. Meskipun saya yakin dalam hati PIN saya tidak mungkin ditebak karena kombinasinya tak terduga tapi tetap saja was-was dalam hati ini tak terbendung.

Tanpa menunggu lama, saya telepon call center customer servce, agak tenang hati ini ketika proses untuk berbicara dengan operatornya ngga berbelit2 dan langsung tanpa antrean. Akhirnya kartu saya berhasil diblokir dan ketika saya cek saldo….masih seperti semula. Huff…syukurlah…… Yang lebih melegakan lagi, proses untuk pembuatan kartu lagi tidak dipungut biaya dan cukup membawa buku tabungan serta KTP. Benar2 diluar dugaan saya yang berdasarkan informasi dari teman tadi sampai harus membawa surat keterangan hilang dari polisi segala *ga kebayang betapa ribetnya*

Eits tapi tunggu dulu….

KTP saya masih tertahan di rental dan baru buka tanggal 18, 2 hari lagi..hwaaa…..