Archive for the ‘Around Us’ Category

h1

413 Cool WordPress Theme

January 3, 2009

Iseng-iseng jalan-jalan, nemu posting blog yang bagus banget. Isinya sekumpulan themes WordPress gratis dengan desain oke punya. Lumayan buat diunduh.

Tentunya theme ini hanya bisa diterapkan pada wordpress yang di hosting sendiri.

Silahkan langsung saja meluncur ke alamat dibawah ini 😀 :

http://www.elitefreelancing.com/2008/10/413-best-free-wordpress-themes-of-2008/

h1

Karir apa yang cocok?

October 8, 2008

Buat yang lagi nyari2 kerja (biasalah, musim2 menjelang wisuda gini, banyak yang udah mulai lempar2 CV ke sana-sini) test ini mungkin berguna membantu menimbang-nimbang kira2 pekerjaan apa yang cocok dengan kepribadian dan minat.

http://www.eggheadcafe.com/articles/mb/default.asp

Hasil testku :

E=2 Extraversion
I=9 Introversion
S=10 Sensing
N=10 iNtuition
T=12 Thinking
F=7 Feeling
J=14 Judging
P=5 Perceiving
You are an INTJ

INTJ – Scientists, engineers, professors, teachers, medical doctors, dentists, corporate strategists, organization founders, business administrators, managers, military, lawyers, judges, computer programmers, system analysts, computer specialists, psychologists, photographers, research department managers, researchers, university instructors, chess players. They have a particular skill at grasping difficult, complex concepts and building strategies.

*) ternyata ngga jauh2 dari nasib T__T

h1

Hidup dengan Algoritma

September 25, 2008

Sebagian dari kita mungkin sedikit asing dengan kata ini. Apa itu algoritma? Tanpa kita sadari, sebenarnya kita selalu menerapkan algoritma untuk melakukan suatu kegiatan dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan kegiatan sekecil apapun kita tidak akan pernah lepas dari algoritma. Singkatnya, algoritma adalah suatu urutan atau langkah dalam menyelesaikan suatu permasalahan.

Mudahnya mari kita berandai-andai seperti demikian :
Misal kita ingin meminum segelas air yang ada di dispenser. Maka algoritma yang sering kita terapkan mungkin mendekati seperti ini :

1. Ambil gelas di rak yang berada di dapur
2. Bawa gelas tersebut dan letakkan dibawah keran dispenser.
3. Tekan kenop keran hingga air mengisi gelas
4. Tunggu hingga gelas penuh terisi air atau sesuai jumlah air yang diinginkan, hentikan kenop keran
5. Angkat gelas dari bawah keran
6. Selesai

Lihat, kegiatan yang sepele namun kita gunakan algoritma untuk memecahkannya. Setiap orang memiliki pola pikir yang berbeda, demikian juga dengan algoritma, tiap orang tidak akan mungkin sama. Yang ada hanya mirip antara satu sama lain. Algoritma diatas bisa juga dikembangkan, bagaimana jika air tidak keluar dari keran dispenser? Maka bisa saja berkembang seperti berikut :

1. Ambil gelas di rak yang berada di dapur
2. Bawa gelas tersebut dan letakkan dibawah keran dispenser.
3. Tekan kenop keran hingga air mengisi gelas
4. Jika :
– air tidak keluar dari keran, jalankan langkah nomor 5.
– air keluar, jalankan langkah nomor 7.
5. Cek apakah galon masih berisi air :
– jika tidak, jalankan langkah nomor 6
– jika ya, periksa keran dispenser, ulangi langkah nomor 3
6. Ganti galon kosong dengan galon yang masih berisi air, kemudian ulangi langkah nomor 3
7. Tunggu hingga gelas penuh terisi air atau sesuai jumlah air yang diinginkan, hentikan kenop keran
8. Angkat gelas dari bawah keran
9. Selesai

Dari algoritma diatas, apakah masih bisa dikembangkan lagi? Tentu saja. Lihat poin nomor 6, mengganti galon air tentu saja ada algoritmanya tersendiri. Nah kemudian bagaimana kira2 algoritma jika kita ingin air minum hangat? 🙂

Oh ya, tidak ada algoritma yang benar maupun salah. Asal tujuan tercapai, maka algoritma tersebut dinilai tepat dan dapat digunakan. Tentu saja, algoritma yang paling baik adalah yang paling efisien dan tidak merugikan atau menimbulkan masalah lain. Algoritma juga tidak boleh buntu, alias tidak ada pemecahannya, atau bahkan algoritma yang berputar-putar tanpa henti (infinite loop) coba amati algoritma berikut :

1. Ambil gagang telepon
2. Tekan nomor telepon yang akan dituju
3. Tunggu hingga terdengar nada sambung
4. Jika :
– panggilan dijawab, jalankan langkah nomor 5
– panggilan tidak dijawab, ulangi langkah nomor 2
5. Mulai berbicara
6. Selesai berbicara, letakkan gagang telepon di tempat semula
7. Selesai.

Algoritma apakah diatas? Ya benar, algoritma untuk melakukan komunikasi melalui telepon. Namun coba lihat poin nomor 4, pilihan yang kedua :
– Jika panggilan tidak dijawab, ulangi langkah nomor 2
Sekilas nampak masuk akal. Namun apa yang terjadi jika panggilan tidak juga dijawab? Kita akan terus menerus mengulang langkah nomor 2 -> 3 -> 4 -> 2 -> 3 -> 4 -> … tanpa henti. Itulah yang disebut infinite loop. Sebagai manusia yang berakal tidak mungkin kita akan melakukannya. Kecuali emang lagi pengen iseng ngga ada kerjaan lain 😀

Lalu bagaimana sebaiknya?

1. Ambil gagang telepon
2. Tekan nomor telepon yang akan dituju
3. Tunggu hingga terdengar nada sambung
4. Jika :
– panggilan dijawab, jalankan langkah nomor 6
– panggilan tidak dijawab, jalankan langkah nomor 5
5. Jika :
– masih ingin mencoba melakukan panggilan ulang, jalankan langkah nomor 2
– tidak ingin mencoba melakukan panggilan ulang, jalankan langkah nomor 7
6. Lakukan percakapan hingga selesai
7. Letakkan gagang telepon di tempat semula
8. Selesai.

Nah, tidak hanya programmer dan matematikawan yang selalu bergelut dengan algoritma. Otak kita yang canggih selalu memikirkan algoritma-algoritma kompleks tanpa kita sadari. Algoritma tiap orang dipengaruhi juga oleh pengalaman, wawasan dan bahkan gaya hidup. Belajar pemrograman bisa membuat kita berpikir secara sistematis dan efisien, karena dalam dunia pemrograman komputer, setiap perintah atau baris-baris kode harus didasarkan pada algoritma-algoritma. Kita dihadapkan pada sesuatu yang maya, yang tak nampak, oleh karena itu otak kita dibiasakan menyusun algoritma baru dengan pertimbangan-pertimbangan yang kritis. Mengapa kritis? karena selain maya, komputer tak mengenal kompromi. Salah dalam menetapkan langkah, maka kita tidak akan mendapatkan hasil yang diinginkan. Banyak programmer yang pintar menghapal dan mengingat kode-kode program, namun seringkali salah dalam menerapkan algoritma.

Apakah pemrograman menakutkan? Justru disitu tantangannya. Mengasyikkan bermain-main dengan algoritma dan logika, apalagi kita berkuasa penuh atas komputer yang kita “kendalikan”. Sekali kita berhasil menyelesaikan suatu masalah, maka tak ada lain selain kepuasan yang akan kita dapatkan.

Wah jadi ngelantur nih…hehehe…yah..tulisan ini bukan buat ngajak semua orang buat jadi programmer kok 😀 Hanya agar kita tahu bahwa hidup ini tak pernah lepas dari algoritma. Saking pentingnya bahkan jadi mata kuliah tersendiri di banyak jurusan teknik, ex : Teknik Informatika, Teknik Elektro, dan lain-lain. Mungkin perlu juga dimasukkan dalam kurikulum sekolah 🙂

h1

Ketika lampu lalu lintas menyala hijau

August 28, 2008

Apa yang pertama kali anda lakukan jika anda berada di balik kemudi mobil anda?
Injak kopling, masukkan gigi 1, lepas rem tangan dan gas pelan2…
Mungkin itu jawaban anda, dan ya, memang benar secara teori seperti itulah seharusnya.

Namun yang terjadi di negeri ini kadang sedikit berbeda dengan teori yang baru saja saya (dan anda) kemukakan diatas. Ketika lampu lalu lintas beranjak dari merah ke hijau (atau kadang kuning dulu) maka yang pertama kali dilakukan oleh kebanyakan pengendara adalah, menempatkan telapak kanan ke atas setir dan menkan tombol klakson.

Alhasil, sembari menunggu mobil deretan depan melaju, bukannya bersiap-siap untuk maju juga, tapi malah terjadi perang klakson di sana-sini, beraneka ragam suara bersahut-sahutan. Belum lagi kalau ada yang lambat sedikit melaju, atau bahkan mogok, wah bisa-bisa klakson alamiah (baca: umpatan) pun ikut berbicara 😀 Masih mending kalau mengklakson karena memang lampu sudah hijau tapi kendaraan didepan tidak juga melaju. Saya pernah mengalami (dan sering sekali) lampu baru saja hijau, belum apa-apa sudah terdengar bunyi klakson. Nyaring.

Mengapa bisa begitu? manusia dianugerahi sifat sabar, toleransi dan berpikir logis. Namun terkadang suasana bisa mempengaruhi sifat mulia tersebut sehingga berbalik menjadi sifat negatif yang menjatuhkan. Ketika berada dalam situasi jalan raya yang serba ruwet dan cenderung meningkatkan kadar stress seseorang, ketidaksabaran menunggu kendaraan didepan melaju memicu berkurangnya kemampuan berpikir logis bahwa terkadang butuh waktu beberapa detik untuk menjalankan kendaraan dari kondisi berhenti. Dari situ berlanjut pada hilangnya toleransi terhadap pengendara yang lambat tersebut, kemudian timbul keinginan untuk mengeluarkan teguran dan egoisme, yaitu membunyikan klakson.

Padahal, membunyikannya sekencang apapun tidak akan mengubah keadaan. Yang ada malah menambah bingung pengendara yang berada didepan dan bisa-bisa malah semakin memperlambat pergerakan. Coba bayangkan jika anda yang berada didepan, pasti anda kesal dengan si pembunyi klakson..kecuali anda sudah cukup akrab dengan suara melengking tersebut dan menganggapnya musik pengantar tidur…

Mari kita sama-sama berinterospeksi…

h1

Tulisanku yang Melanglang Buana

August 27, 2008

Iseng-iseng searching di google, secara tidak sengaja saya menemukan sebuah tulisan dari sebuah blog yang sama-sama dari wordpress juga, dengan judul dan “caption” alias potongan kata2 yang mirip dengan posting yang pernah saya buat.

Karena penasaran, saya klik hasil pencarian google tersebut untuk melihat isi dari tulisan.
Ternyata benar, 100% persis dengan tulisan saya. Tidak ada yang berubah satu huruf maupun satu tanda baca pun.

Well…dalam hati saya hanya berpikir : wah tulisan yang saya buat ternyata bisa bermanfaat juga buat orang lain, sampai2 mereka mengambilnya begitu saja tanpa menyertakan siapa penulis sebenarnya, atau dalam dunia maya dan hak cipta disebut juga credits.

Saya tidak marah, tidak juga melarang tulisan saya dimuat dan disertakan di media lain, malah saya senang karena ilmu yang dibagikan tidak akan berkurang justru semakin berlipat-lipat. Hanya saja coba sertakan siapa penulis aslinya. Hal yang sama banyak juga berlaku di forum-forum dan media komunitas lain, dimana sudah menjadi aturan tak tertulis yang wajib ditepati (jika tidak ingin disebut script-kiddies, leecher, pirater, copycat, dll) jika menyertakan hasil karya orang lain, maka sertakan nama pembuatnya sebagai credit. Ngga susah koq dan ngga akan memperjelek tampilan situs anda. Justru anda akan semakin disenangi oleh pembaca maupun penulis yang anda sadur hasil karyanya.

h1

FreeRice – Bantu Mereka yang Kelaparan Dengan Game

August 17, 2008

Pernah bayangkan jika anda memiliki kontribusi untuk menyelesaikan masalah kelaparan dunia? Ngga perlu mengeluarkan uang sepeser pun, anda bisa ikut menyumbang sejumlah beras untuk membantu mereka-mereka yang menderita kelaparan. Lalu? yang perlu anda lakukan adalah bermain game.

Melalui situs www.freerice.com anda dapat menyumbang 20 butir beras untuk tiap pertanyaan yang anda selesaikan. Game nya sederhana, anda diajak melatih kemampuan vocabulary bahasa inggris anda dan bahkan meningkatkan perbendaharaan kata, serta banyak manfaat positif lain untuk anda. Klik disini jika ingin mengatahui lebih tentang program freerice ini.

Sumbangan beras yang anda hasilkan dari bermain game ini, berapapun jumlahnya, akan langsung ditangani oleh UN World Food dan disalurkan ke sejumlah negara yang membutuhkan.

Mari mainkan game nya dan bantu mereka yang kelaparan..!! Ngga rugi koq sambil nunggu downloadan atau salah satu pilihan kegiatan killing time ^^

Help end world hunger

h1

Malang Kota Debu

August 10, 2008

Entah sejak kapan kota ini menyandang kehormatan sebagai kota debu. Mungkin orang lain mengernyitkan dahi dengan sebutan ini. Yah…memang ini sebutan dari saya sendiri untuk kota yang hampir tiap hari dilanda hujan abu dari gunung terdekat, Semeru.

Sebagai akibat dari hujan ini, jika sehari saja seisi rumah tidak dibersihkan (minimal disapu) maka dijamin besoknya debu setebal beberapa sentimeter telah mengendap (jangan kaget, ini cuma suatu bentuk hiperbola). Hal ini yang pertama kali saya dapati ketika pulang dari Bandung. Terlebih lagi di lantai 2 yang jarang dijamah oleh penduduk rumah. Well….kost2an saya yang di Bandung aja sekotor2nya ngga nyampe berdebu seperti ini.

Akibat lain dari hujan yang berupa butiran2 debu kecil dan halus ini, mata saya berkali-kali kelilipan saat mengendarai motor. Ironis juga. Padahal saya udah pake kacamata. Bahkan visor helm pun saya kenakan tapi masih aja kelilipan. Apa mata saya ini magnet bagi debu-debu? tapi untunglah…andaikan mata ini magnet bagai cewek2, jadinya saya kelilipan cewek terus (ga kebayang gimana rasanya mata kemasukan manusia)…hihihihi….

Selanjutnya tentang debu