h1

Akankah Datang Jawaban Itu?

August 11, 2008

Ditengah kebingungan…kebimbangan…keraguan yang mewarnai hariku yang sepi, aku bertanya pada diriku sendiri… “Mengapa aku harus resah? Bukankah kepastian itu sudah ada? Adakah aku masih berharap?”

Namun jawaban yang dinanti itu tak kunjung datang. Aku heran pada diriku mengapa aku jadi peka dan tidak rasional seperti ini. Aku tak bisa melepaskan pikiranku padanya. Sesungguhnya aku merasa ini hal yang sia-sia. Sudah tidak ada harapan bagiku jadi bagian darinya, namun mengapa aku masih memikirkan dia? Sepanjang hari tiada detik untuk tidak mengingat namanya, tiada menit tanpa terbayang wajahnya, tiada jam tanpa rasa ingin dekat dengannya.

Aku ingin melakukan yang terbaik, ingin berguna bagi dirinya, membantunya mengatasi apapun kesulitannya, karena aku merasa bahagia setelahnya, tidak masalah apakah aku akan menerima kata terima kasih darinya. Namun sulit sekali bagiku untuk menjadikannya nyata. Dia begitu menutup dirinya untukku, begitu jauh rasanya pintu hatinya untuk aku mengetuknya. Seolah semua ihtikad baikku adalah angin lalu baginya, karena dia memiliki semua yang dia butuhkan dan seseorang yang menolongnya. Ya, memang dibandingkan dengan yang lain, aku bukan apa-apa, bukan siapa-siapa baginya. Sungguh, aku merasa diriku jauh…dan sikapnya membuat aku semakin merasa tak berguna…

Kembali aku mengeruk2 sekam yang memenuhi ceruk dadaku, mencoba mencari jawaban dari pertanyaan itu. Satu hal yang pasti, dia tak akan pernah tahu apa yang kurasakan…bahwa aku tak harus memilikinya, aku hanya inginkan dia bahagia…berbuat sesuatu yang baik baginya meski tanpa dia sadari… Yang seperti ini memunculkan rasa sakit didalam hati, pedih, bagaikan luka terbuka yang tersiram larutan garam…namun semua itu serasa terobati ketika aku melihat senyumnya… Ah sepertinya aku mulai menemukan satu bagian dari jawaban itu : Aku resah karena terlalu ingin melakukan sesuatu untuknya dan ingin melihat senyum yang penuh kelegaan darinya…

Namun sampai saat ini aku masih saja resah…

6 comments

  1. Seperti itukah kalau sedang jatuh cinta?? Ketulusan kamu pasti akan berbuah manis..


  2. patah hati, lebih tepatnya mungkin ^^
    thanks yah….tidak berbuah pun aku ikhlas…namun kesempatan untuk menanam pun tidak ada. jadi yah…buah yang dinantikan itu mungkin tak akan datang…


  3. Apakah cuma di tempat itu? Kan masih banyak ladang yang lain untuk di tanami.., atau cuma di tempat itu yang lahannya bagus?


  4. entahlah…setelah sekian lama aku kehilangan minat untuk bercocok tanam, akhirnya aku temukan ladang yang sanggup mengembalikan minat itu, dan aku mulai menebar benih…namun apa daya, belum apa2 benih2 itu telah tersapu badai…dan mungkin akan sulit lagi bagiku untuk menemukan ladang yang serupa….


  5. sabar ya renxe, biar waktu yg mengiring dan menuntunmu ke ladang yang serupa, jangankan yg serupa, mungkin ke ladang yg lebih baik lagi…^^ amiinn…


  6. @ mrina : haik2….makasih yah…I’ll take that time…



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: